Universitas Peradaban, melalui Fakultas Ekonomika dan Bisnis, menggelar Workshop Peninjauan dan Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada 31 Januari 2026 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu dan relevansi pembelajaran. Kegiatan workshop diikuti oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, ketua program studi, serta dosen dari semua prodi di lingkungan Universitas Peradaban. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan tinggi yang menekankan pada pembelajaran berorientasi luaran.
Dalam sambutannya, Dr. Ujang Khiyarusoleh, M.Pd., Wakil Rektor I, menyampaikan bahwa kurikulum MBKM dan OBE keluarnya berbarengan. Sejak 2021, kurikulum MBKM di Universitas Peradaban sudah di SK-kan dan sudah berjalan, jadi kurikulum OBE masih hal baru bagi Universitas Peradaban.
Assoc . Prof. Dr. Sutarmin, S.Si., M.M., Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, menggarisbawahi ketika fokus kita jelas paling tidak kita bisa menyusul kampus lain yang sudah menjalankan kurikulum berbasis OBE. “Setingan kami, para peserta nantinya mendapat sertifikat dengan JP 32,” ujar beliau.
Workshop ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Naelati Tubastuvi, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang berpengalaman di bidang pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Mengawali paparannya, Prof. Naela menanyakan kepada para peserta apa yang menjadi pembeda antara manusia dengan mesin/AI. Menurutnya, pembedanya adalah value. “Ketika mengajar, dosen harus bisa memberikan value kepada mahasiswa, bukan hanya sekedar sebagai pemberi ilmu pengetahuan. Misal, ketika memberikan tugas, dosen mempersilahkan mahasiswa untuk menggunakan chat gpt tapi sekaligus juga meminta mahasiswa untuk memberikan jawaban versi mereka sendiri,” jelas Prof. Naela.
“Kita juga harus lincah mengikuti perubahan yang sifatnya turbulens, adaptif, dan cepat melakukan perubahan. Lebih susah menggerakkan 1000 dosen daripada 100 dosen, maka saya yakin Universitas Peradaban akan lincah dan cepat bertransformasi menyesuaikan perubahan,” jelasnya.
Diskusi interaktif antara peserta workshop dan Prof. Naela menjadi salah satu sesi yang paling dinantikan. Melalui sesi ini, para dosen dan pengelola program studi berdiskusi secara aktif dan berbagi pengalaman mengenai tantangan dan solusi dalam implementasi kurikulum berbasis OBE ini. Prof. Naela memberikan solusi praktis dan strategi untuk mengatasi berbagai kendala tersebut.
Dengan terselenggaranya Workshop Kurikulum Berbasis OBE ini, Universitas Peradaban dapat memperkuat budaya mutu akademik serta meningkatkan kualitas lulusan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.(Rly)