Universitas Peradaban

Ahad (2/11/2025), Dalam upaya menciptakan lulusan berdaya saing global, Universitas Peradaban terus membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan dan juga pengembangan diri. Melalui Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Tracer Study, Universitas Peradaban menyelenggarakan kegiatan “PRESTASI (Preparing Excellent and Smart Alumni by Soft Skills and Innovation) Tahun 2025: Self Management for a Competitive Future″ bertempat di Masjid Alfiah Nasucha Kampus Universitas Peradaban, pada Ahad, 2 November 2025.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Meliya Faradisa, S.Pd. (Kepala SDN 1 Glempang Banyumas dan Konten Kreator Pendidikan), Resika Caesaria Priyono, S.Kep. (Pengusaha Sukses/Pemilik usaha Ratu Cimol Banyumas), dan Adi Assegaf, S.Kom., M.AP. (Fasilitator of Community Empowerment). Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 mahasiswa calon wisudawan yang akan resmi lulus pada wisuda ke-10 Universitas Peradaban pekan depan.

Rektor Universitas Peradaban, Assoc. Prof. Dr. Muh. Kadarisman, S.H., M.Si. secara resmi membuka acara dan memberikan sambutannya. “Masa depan ditentukan oleh kalian sendiri dan sebentar lagi kalian akan menghadapi dunia kerja. Saya bertanggung jawab mengantarkan karier kalian, untuk itu sekarang kita akan berdialog,” katanya.

Pesan saya, jangan jadi pengangguran, jadilah org yang optimis, tahan banting, dan tidak mudah menyerah tapi juga harus realistis mengukur kemampuan kalian. Ilmu yang  sudah diberikan para dosen jangan sampai dilupakan karena akan bermanfaat saat kalian mengikuti seleksi kerja.

Menyusul sambutan dari Wakil Rektor III, Dede Nurdiawati, M.Pd., yang juga menyampaikan harapannya semoga narasumber-narasumber ini bisa memberikan pencerahan dan ide-ide kreatif kepada teman-teman mahasiswa yg sebentar lagi akan lulus, tentang bagaimana menjadi pengusaha sukses, menjadi konten kreator, atau bagaimana membangun jejaring, dsb. “See you on top,” pungkasnya.

Masuk pada sesi paparan materi, narasumber pertama, Resika Caesaria Priyono, S.Kep., pemilik usaha Ratu Cimol Banyumas menceritakan pengalamannya berkecimpung di dunia usaha yang sudah ia geluti sejak masih duduk di bangku SMA tepatnya tahun 2006. Usahanya dimulai hanya dengan modal awal Rp 63.000, kemudian bisa mengembangkan produksinya dengan membuat 25 jenis produk, pembelian bahan baku juga langsung kepada petani, dan juga memberdayakan anak putus sekolah. Kini ia sudah  memiliki lebih dari 80 cabang dan membina lebih dari 400 mitra dengan omset per tahun mencapai 30 milyar.

“Saya sedang beradaptasi dengan perubahan digital yang luar biasa, dulu promosi cukup dengan brosur saja  atau lewat getok tular dari mulut ke mulut, tapi sekarang sangat berbeda. Kita harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan tren yang ada. Semoga cerita saya bisa memotivasi teman-teman disini untuk berani membuka lapangan kerja sendiri,” ungkapnya.

Meliya Farafisa, S.Pd., seorang Kepala Sekolah di SD Negeri 1 Glempang Banyumas yang juga berprofesi sebagai Konten Kreator Pendidikan membagikan kisah suksesnya. Tidak pernah terbayangkan dalam benaknya kalau ia akan sampai di puncak kesuksesan seperti sekarang karena dulu ia hanya seorang ibu rumah tangga yang mengikuti suaminya merantau ke pulau Kalimantan.

“Saya adalah angkatan kedua STKIP Islam Bumiayu. Saat masih kuliah di semester 4 saya sudah mengajar di sekolah dengan honor Rp 50.000,-. Tahun 2018, tepatnya setelah kembali dari perantauan saya mencoba ikut seleksi CPNS dan alhamdulilah lolos. Selepas itu karier saya semakin bagus, selain menjadi Duta Guru CBP Rupiah Bank Indonesia, saya juga aktif menjadi konten kreator pendidikan,” jelasnya.

Mengapa fresh graduate harus melek digital dan konten? Menurutnya, kalau kita sudah membangun personal branding di sosmed maka kita ketika kita mengikuti proses rekrutmen kerja tinggal menunjukan sosmed kita. Ia mencontohkan salah satu usaha produktif yang menghasilkan uang dan bisa dilakukan dengan memaksimalkan kecanggihan teknologi adalah menjual produk digital. Misal membuat tutorial make up dan mencantumkan link produknya. Bisa juga dengan membuat cerita melalui e-book tentang perjalanan kita dari 0 hingga sukses menjadi affiliator.

Dibalik kisah perjalanan kariernya, Meliya tak lupa membagikan kiat suksesnya. “Jangan nunggu dapat kerjaan, ciptakan lapangan kerja sendiri dari apa yang kita miliki dengan didasari niat, kreatif, dan konsisten. Kalian bisa banget jadi konten kreator, digital marketer, bahkan CEO produk digital,” tutupnya.(Rly)